bab 22 - Frustasi.

1392 Kata

"Zeky!!" jerit Ibu. "Dasar tidak punya hati, lihat Zeky seperti ini karna ulahmu!" nafas Ibu menggebu-gebu, matanya melotot tajam kearah Astrid. Astrid menatap datar, lalu masuk kedalam kamar tanpa menoleh sedikitpun kearah Zeky. "Astrid!! Mau kemana kamu hah! Tanggung jawab," deru nafas Ibu menggebu-gebu. Astrid tetap tak peduli, dia malah membanting pintu dengan keras. "Siaaallan! Menantu durjana!" maki Ibu dengan gigi bergeletuk kuat. "Ronald, bagaimana ini. Huhu ..." Ibu menangis histeris, memegangi tangan Zeky. "Dasar ibliiis! Tidak punya otak! Dia menyuruh Zeky bunuh diri. Huhu," rutuk Ibu disela isak tangisnya. "Ya Alloh ... Mas Zeky kenapa, Oma!" seru Bik Irah sambil berlari kearah kami. "Astrid ... dia pelakunya!" jerit Ibu. Bik Irah terlonjak, tak percaya. "Bantu Ronald,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN