Menatap lekat kearahnya, mataku menyipit mengamati expresi Mas Ronald. "Telpon Ibu sekarang? Sebelum aku lapor polisi," titahku. "Lapor polisi?" kening Mas Ronald mengerut. "Aku kemalingan, ya harus lapor polisi. Tapi sebelumnya aku harus bertanya pada orang rumah. Ibumu kan dari sini, masa dia tidak tahu apa-apa," jelasku. "Kamu menuduh, Ibuku?" tanyanya tak suka. "Bukan menuduh, hanya memastikan saja." jelasku tenang. Mas Ronald mendengkus, lalu meraih gawainya didalam saku celana. "Tidak diangkat," ucapnya sambil menunjukkan gawai didepan wajahku. "Telpon terus, sebelum aku beneran kekantor polisi." ancamku. Mas Ronald kembali menaruh gawai ditelinga, rautnya memancar kecemasan. Sepertinya jalan pikiran kita sama. "Halo Buk ...." ... "Ibu lihat sofa sama televisi diruang tamu

