Chapter 19

1288 Kata

Part 19 Pertemuan Awalnya aku menolak ide Bang Ramon untuk berdiskusi dengan Ayu. Mana ada istri pertama dan kedua duduk satu meja tanpa rasa sakit hati. Pasti aku adalah orang yang paling terdzolimi, ditambah aku saat ini sedang hamil. Bang Ramon benar-benar membuatku menguras emosi. Tak kupedulikan dia yang sibuk di dapur membuatkan teh untuk tamunya. Seperti yang akan datang tamu jauh saja. Sebal bukan main rasa hati ini. “Kenapa harus dibuatkan teh? Rumahnya di sebelah kita, kalau dia haus, dia tinggal pulang ke rumahnya. Perlakuan Abang manis sekali, aku saja jarang Abang buatkan minum,” omelku dengan hati yang sangat panas. Ingin sekali aku mencakar wajah tampan suamiku, tetapi nanti tampannya luntur. Aku tidak mau juga melakukan KDRT pada lelaki yang aku cintai. “Ya, nggak baik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN