Darren menyesap lembutnya bibir menggoda itu, sangat manis hingga membuatnya terlena. Beginikah rasanya berciuman. Amnesia benar-benar melumpuhkan ingatan luar biasa seperti ini. "Bos, bangun!!!" teriakan itu membangunkan Darren dari mimpi indahnya. "Sial! Cuma mimpi!" Darren mendesah kecewa. Galvin yang melihat itu mengernyit. Pasti mimpi istri. "Mending Bos ke kamar mandi bersih-bersih buat menyambut istri," saran Galvin. Darren bergegas, tentu ia harus tampil segar di hadapan istrinya. Galvin menjaga diluar ruang rawat sebelum Zeline tiba, jangan sampai ada pelakor yang masuk ke dalam kamar Darren. Dari kejauhan Galvin bisa melihat Zeline dan Naura. Aman Bos, sekarang Anda bisa mesra-mesraan, batin Galvin. "Silakan masuk, Bu Bos. Nau, ayo sarapan di kantin." Galvin mengajak

