Chapter 52 : Kenangan yang membekas

1598 Kata

Haris dengan wajah penuh amarah menatap Septya, putri sulungnya yang ia kira sudah menjadi lebih baik. Ternyata tidak? Dia malah berbuat keji memasukkan pria ke kamar Zeline membuat Darren marah besar dan Haris baru tahu dari Broto bahwa Zeline sedang hamil. Haris tidak marah Darren merebut perusahaan itu karena memang sejatinya perusahan itu adalah hak Zeline, hanya saja dia marah karena Septya sungguh menghancurkan kepercayaannya. "Kamu lihat, Papa sekarang hanya petugas keamanan dan kamu tidak bisa bekerja di sana bahkan sudah di blacklist dari perusahaan-perusahaan tertentu. Ini yang kamu mau, 'kan?!" Haris tertawa miris, mengapa dia tak bisa mendidik putrinya dengan baik. Sebenarnya Haris bukan diturunkan menjadi petugas keamanan, dia masih punya jabatan cukup tinggi di perusahaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN