21

1550 Kata

"Kita ke rumahnya Nabila aja yuk Ragil. Kayaknya Nabila udah sampai ke rumahnya tuh sekalian buat buat jenguk Nabila juga." ujar Yesa itu. "Gue setuju tuh sama ide nya Yesa, soalnya kita kan juga belum jenguk Nabila dari kemarin. Masa iya kita tahu kalau dia sakit tapi kita nggak jenguk sih." ujar Ojak yang kini menambah personel untuk mengajak Ragil pergi. "Ngapain sih, gue lagi kesel nih." ujar Ragil dengan singkat ke mereka. "Ya elah lu nggak mau? Kalau enggak mau sih enggak apa-apa biar kita aja yang ke sana. Beneran nih ya lu nggak mau ikut? Yakin?" Tanya Putra. Tampak sekarang ini mereka semua sedang menunggu jawaban dari Ragil karena sepertinya Ragil masih terlihat menimang-nimang apa yang akan ia putuskan kali ini. Ia sebenarnya ingin ikut tapi dirinya juga masih kesal dengan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN