"Aduh sakit, sayang." Aku mengaduh ketika Mas Ryan menarik bibirku, dengan bibirnya gemas. "Salah siapa kamu cantik, ngegemesin lagi," ucapnya. "Ihh, apaan sih." Aku tersipu, wajahku menghangat. "Makasih ya, boleh nambah kan?" tanyanya, alis itu bergerak naik. "Apanya?" Aku mengerutkan kening. Alis pria itu bergerak naik turun, dengan senyum jail. Seketika aku paham yang dimaksudnya. Kami masih di atas ranjang, dibawah selimut yang sama. Lengan pria itu aku jadikan alas kepala, dan posisi tubuhku miring menghadapnya. "Sayang, aku suka anak kecil," ucap Mas Ryan tiba-tiba. "Sama," jawabku kemudian. "Lebih suka lagi, kalau bikin anak kecil." Mas Ryan terkekeh saat aku menyembik setelah mendengar candaanya. "Heem, emang maunya Mas itu." "Kamu juga kan?" Aku menggigit bibir bawah

