Kedua orang itu nampak terkejut. Mama Jani menutup mulutnya dengan telapak tangan. Ayah Mas Dipta memandangnya dengan nanar, sedangkan Mamanya membuang wajah. Semua terpaku, termasuk Mama dan Papaku, mereka saling berpandangan. Pak Ryan memandangi mamanya dengan tatapan heran, Mas Dipta yang kini menggendong Prilly juga nampak keheranan. Ayah Mas Dipta beralih memandangi Pak Ryan yang berdiri di sampingku. "Apa kabar?" tanya pria paruh baya yang masih nampak gagah itu, pada Mama Jani. Mama Jani masih menutup mulutnya dengan tangan, terlihat tubuh itu terguncang, dia menangis. "Mama, ada apa?" tanya Pak Ryan mendekat ke Mamanya, kemudian memegang bahu orang yang paling dikasihinya itu. Mama Jani menggeleng kemudian mengajak untuk segera pergi. Wanita itu membenamkan kepalanya di d**a

