LUKA ss 2 Bab 5 “Tenang saja, sebentar lagi toko kamu bakal viral, terkenal. Terkenal karena jual produk dengan kualitas buruk, taukan kekuatan media sosial sekarang?! Jangankan toko kecil gini perusahaan besar saja bisa hancur.” Perempuan itu tertawa mengejek, terdengar sangat tidak nyaman dan membuatku mulai emosi sehingga perutku terasa mulai kram. “Nis … ambilkan ponselku di ruangan!” pintaku pada Ninis yang berdiri di dekatku. “Baik, Bu.” Gadis dengan perawakan kecil itu mengangguk kemudian beranjak. “Bu … maaf tadi baru dari kamar kecil.” Pak Pujianto satpam tokoku terlihat datang tergopoh-gopoh. “Iya nggak apa-apa,” jawabku sembari mengusap pelan perutku agar tidak terlalu tegang. “Ini Bu, ponselnya.” Tidak berapa lama Ninis datang dengan ponsel yang aku minta. “Tut … bantu

