Terakhir kami melakukan hubungan, sewaktu Ayah Herman masuk rumah sakit. Dan, selama dirawat kami bergantian untuk menjaganya di rumah sakit. Selain itu, karena cemas tak memikirkan hal seperti itu. "Mas di dalam saja," pintaku saat kesadaran menyapa pelan aku melepas tautan bibir Mas Ryan. Kami masih berada di balkon dengan kondisi diri yang mulai berantakan. "Di sini saja hmm …." Dengan napas memburu Mas Ryan kembali menarik tubuhku dan melumat lembut bibirku. "Ish … Sayang malu." Aku mendorong pelan tubuh Mas Ryan. Meski balkon tertutup, tak terlihat orang tetap saja, tak nyaman. "Kenapa? Seru kan?" Senyum menggoda menghias wajah tampan pria di hadapanku itu. "Masuk angin." Aku menjawab sambil merapikan baju. Sesaat kami tadi terbuai dalam syahdunya permainan asmara. Membuatku j

