Bab 12

1211 Kata

POV Pak Anggara “Anggi! Bangun! Tolong!” teriakku histeris ketika Anggi pingsan terkena tusukan. Darah segar yang keluar dari pinggangnya pun tak berhenti mengalir. Aku panik dan mencemaskan Anggi. Sebab, ia tertusuk karena hendak menghalangi preman tadi. Rendi terbangun dari pingsannya setelah dicelakai oleh orang yang tak kami kenal. “Astaga! Mbak Anggi kenapa, Pak?” tanyanya ketika mulai bangkit. Rendi mulai melangkah ke arahku yang sedang memangku Anggi. “Tertusuk, cepat bawa ke mobil, kita bawa ke rumah sakit.” Kemudian, beberapa orang yang lewat pun turut membantu menolong kami. Jalan yang tadi sepi kini sudah mulai dilewati orang ketika aku teriak meminta bantuan. “Tadi saya dengar suara teriakan minta tolong, makanya ke sini,” ucap salah seorang yang menolong. Kami berempat me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN