Bab 20

1220 Kata

POV Anggi “Sayang, maafin Mama, ya,” ucap mama mertuaku masih terisak. Aku pun keheranan mendengarnya. Sebab, tidak seperti biasanya ia seperti itu. Kemudian, mama menciumi pipi kanan kiriku dengan penuh kasih sayang. “Mah, ini ada apa?” tanyaku heran. Alisku mengernyit ketika menatap mama yang aneh. Aku menghela napas, lalu menatap wajah Mas Irfan yang juga heran dengan tingkah mamanya. “Inikah rahasia yang Papa sembunyikan?” tanya Mas Irfan dengan tatapan sinis. Kemudian, ia menatap wajah Papa Angga dengan pandangan tajam. Aku semakin bertanya-tanya melihat perilaku semuanya yang aneh. “Ini ada apa sih? Kenapa semuanya aneh?” tanyaku semakin penasaran. Kemudian, langkah papa mertuaku semakin mendekat, begitu juga dengan ayah dan ibu, mereka semua mendekati aku. Namun, ada yang ane

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN