Bab 41

1340 Kata

POV Anggi “Karin tadi sempat sadar, dan kini kritis, dokter bilang bayinya harus dilahirkan sekarang, dokter akan menindaklanjuti dengan operasi,” tutur eyang membuatku sontak berdiri. Baru saja terlintas wajah Karin, kini ia mengalami kritis lagi. “Setidaknya kita harus berada di sana untuk menyemangati Karin, eyang,” ucapku sambil merapikan meja kerja. “Iya, kita ke sana, kasihan keluarganya juga jika ada sesuatu yang terjadi dengan Karin,” ujar eyang. Aku pun mengajak eyang ke ruang kerja papa dan Mas Irfan untuk ikut bersama kami ke rumah sakit. Setelah berkumpul kami langsung menuju rumah sakit tempat Karin menjalani perawatan. Aku yang duduk di belakang mencemaskan kondisi Karin. Rasanya tidak adil jika ia yang harus menerima karma seperti ini. Karin hanya korban dari kesalahpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN