Mereka sudah ada ditebing batu itu, menungguku. Simon dan Patt masing-masing mengenakan baju perak milik Silver Shine, tampak begitu memukau dan luar biasa dengan cara mereka masing-masing. Patt langsung berlari kearahku saat melihatku menaiki tebing, dan memelukku. Tanpa mempedulikan situasi disekitar kami. Sejujurnya aku bingung harus bereaksi bagaimana. Hatiku mencelos saat kulihat Simon membuang wajah. “ Aku merindukanmu” bisiknya ditelingaku. Aku terdiam. Tak bisa menjawab. Seseorang berdeham disamping kami. Buru-buru melepaskan pelukan darinya, aku menoleh. Itu Winona. “ Anda?” aku tampak kebingungan. Dia tersenyum sangat manis. “ Kamu memberikan ekspresi sama sepertiku, saat aku mengetahui segala hal misterius diluar nalar ini, bertahun-

