Angin dingin berdesir masuk melalui jendela kamar Dad yang terbuka. Sudah sejam aku terduduk didalam ruangan ini, didepan meja kerja Dad. Tubuhku disini namun pikiranku berkelana ke duapuluh tahun lalu. Aku dan Dad sudah kembali kerumah. Dad meminta waktu pada organisasinya untuk bisa menjernihkan segala hal padaku. Eliza juga memberikan waktu pada kami berdua agar bisa bicara dari hati ke hati. Diatas meja kerja onyx segiempat milik Dad, dihadapanku terbuka sebuah album foto lama. Sebuah foto yang memperlihatkan Ibuku versi muda, dengan rambut gelapnya yang terurai panjang, ia berpose cantik, tersenyum sangat lebar, mengenakan toga dihalaman depan SMU mereka, dihari kelulusannya. Disebelahnya, seorang wanita tak kalah cantik, berambut hitam kelam ikal sebahu, segelap warna

