“Siska, aku mau mengakhiri perjanjian kerjasama kita.” Tanpa basa basi Irwan langsung mengutarakan niatnya datang menemui Siska. “Semua ini hanya gara-gara dia kan mas? Si kupu-kupu malam yang tidak sadar akan derajatnya yang rendah!” Siska semakin geram dan kesal karena Irwan tetap memilih untuk memutuskan hubungan kerjasama mereka hanya karena mempertahankan keutuhan rumah tangganya. “Saya akan tunggu penjelasan anda besok. Dan kelanjutan dari kerjasama ini sudah tidak akan mungkin terjadi lagi. Saya sudah siap menerima konsekuensi yang akan anda berikan. Saya tunggu kabar dari anda besok. Saya permisi sekarang ibu Siska” dengan gagahnya Irwan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Siska. Sedangkan Siska sama sekali tak bisa mencegahnya. Dia sudah kalah. *** Hari demi hari di

