“Keysha.. ternyata tanda di leher kamu masih kelihatan jelas. Apa aku terlalu kencang ya?” Ardi langsung melontarkan pernyataan yang tentu saja membuat emosi Irwan mendadak ingin meledak. “Apa maksud kamu?!” tanya Irwan pada Ardi dengan tatapan kemarahan. “Kemarin kalian bermesraan disaat aku sedang tidak ada di rumah? Berani sekali kamu!” Irwan tak ingin mendengar penjelasan sang istri. Dirinya sudah diselimuti kecemburuan. Bahkan kepercayaan pada sang istri sudah luntur begitu saja. “Key.. Kenapa kamu mengkhianatiku..” desis Irwan. *** Key terus menangis hingga tertidur di kamar Rosi. Hari sudah siang dan sudah waktunya untuk makan siang. Irwan mengintip dari celah pintu kamar Rosi yang sedikit terbuka. Dilihatnya sang istri sedang meringkuk di atas ranjang. Irwan membuka pint

