Ardi sedang duduk melamun di dalam kamarnya. Hari ini adalah hari pernikahannya. Semua orang seharusnya merasa senang dan bahagia di hari pernikahan mereka. Tetapi tidak untuk Ardi. Dia sama sekali tidak merasa bahagia. Karena dia akan menikah dengan wanita yang baru dia kenal dan tidak dia cintai. Di tangannya kini digenggam sebuah ponsel. Di layar ponsel tersebut terpampang sebuah foto seorang wanita dengan paras yang sangat cantik walau tanpa polesan make up. Wanita tersebut juga terlihat sedang memegangi perutnya yang sedikit membuncit. Sepertinya wanita itu sedang hamil. Mata Ardi terus menatap ke layar ponselnya sehingga tidak menyadari jika mamanya masuk ke kamar untuk memanggilnya keluar. Acara akad nikah akan segera dimulai. “Ardi, kenapa kamu melamun seperti itu?” Ibu Yuni,

