“Aku benar kan mas? Lagipula dia hanyalah mantan kupu-kupu malam yang tentu saja masih menyimpan hasrat untuk bermain dengan banyak lelaki selain kamu mas. Tapi aku tidak mas, aku hanya akan setia menunggu kamu” Siska mendaratkan ciumannya ke bibir Irwan. Tak ada penolakan sama sekali. Bahkan Irwan juga membalas ciuman Siska dan kedua tangannya mulai memegang pinggang Siska. Siska sudah berhasil menghasut Irwan. Siska pun tersenyum puas melihat Irwan yang sudah mulai jatuh dalam perangkapnya. Entah kenapa Irwan dengan mudah bisa terhasut oleh ucapan Siska begitu saja. Mungkin karena dia merasa dikhianati oleh istri yang sangat dicintainya sehingga dia membenarkan apa yang diucapkan Siska tadi. Key lah yang memulai, bukan dia ataupun Siska. *** Pertemuan dengan klien berlangsung ce

