“VANO, ES KRIM GUE MANA?” teriak si bungsu kepada abang tertua. “Sejak kapan kamu lahir duluan, dek?” tanya Christa dengan mata melotot dan tangan berkacak pinggang, tapi masih memegang sendok penggorengan. Adrazka menunjukkan deretan giginya yang tersusun rapi karena menyengir, “Abang Ma, maksudnya tadi abang, tapi rasa sayang adek terlalu besar, jadi nyebutnya dalam hati aja.” Ujarnya beralasan dengan sangat bijak. Azka kemudian menjauhi mamanya sambil menggerutu sendiri, “k*****t nih si Vano, gue jadi kena omel Mama.” Desisnya sendiri. “Vano, es krim gue.” Teriaknya lagi setelah berada agak jauh dari mamanya. “Adekkkkk.” Tegur Christa dari dapur, tapi Azka tak peduli dan tetap meneriakkan nama abang pertamanya itu demi menagih es krim miliknya yang ia yakin telah dicuri oleh Va
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


