Christa mengambil dompet, ponsel dan kunci mobil Geo yang terletak di atas meja riasnya, lalu memasukkan ke dalam tas kecil pria itu. Selagi mengambil benda-benda itu, ia mendumel dengan kesal sambil melirik Geo supaya tujuan dumelannya jelas dan pria itu menyadarinya. “Buruanlah Mas, dari tadi udah aku suruh mandi, biar berangkatnya cepat, eh malah tiduran. Sekarang udah sore begini, pasti macet jalanan.” “Iya Ta.” “Kamu tuh kalau dikasih tahu pasti jawabnya iya doang, tapi nggak dikerjain langsung.” Geo menatap istrinya sambil menyugar rambutnya yang basah. Ia menuju meja rias dan mengambil sisir, “Iya sayang, iya, aku minta maaf.” “Ah, udah ah, males dengerin kamu. Buruan, sebelum aku tinggal.” Desis Christa sambil membawa tasnya dan tas Geo. Geo segera mengerjar langkah Christ

