“Apartemen ini sedikit lebih besar dari yang pertama.” Vanya bergumam. “Aku ambil ini. Kau urus sisanya.” Vanya mematikan sambungan bluetooth headset dengan Regan yang merupakan agen lain namun tidak satu tim dengannya. Vanya beranjak ke ruangan kosong yang akan ia jadikan ruang tamu. Di sana hanya ada dinding berlapis kaca yang mempertontonkan dunia luar, gedung-gedung tinggi, mobil berlalu lalang dan hal lainnya mengingat apartemennya terletak di lantai lima. Ia menghela napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan. Ia melihat arloji di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Vanya berbalik dan melangkah pergi meninggalkan apartemen itu hingga akhirnya ia melihat seseorang yang pernah berjumpa dengannya. Afrez. Apa yang dilakukan pria itu di sini? Vanya bersem

