Menjelang waktu magrib, Alvin terlihat baru saja bangun dari tidur nyenyaknya. Sambil menggeliatkan tubuhnya, ia pun membuka matanya satu persatu. Mulanya Alvin belum menyadari bahwa hari sudah hampir malam, tapi kemudian saat ia menengok ke arah jendela ia pun mendapati cuaca di luar sudah tak secerah sebelumnya. Terperanjat dari posisi berbaringnya, cowok itu pun sontak mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Mencari keberadaan Anton di sekitar tapi bahkan dia tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di sekelilingnya. Sambil sempat mengucek kedua matanya secara bergantian, kini Alvin pun melirik ke arah jam dinding yang terpajang di tembok bagian atas yang membentang tinggi di hadapannya. Sontak, saat cowok itu mendapati bahwa sekarang sudah memasuki waktu petang, ia pun refleks memelotot

