Satu pekan telah berlalu, selama itu pula Alvin telah mendapatkan sejumlah uang yang kini telah ia simpan di dalam rekening pribadinya. Ya, berkat Tante Laila, dia pun sudah bisa mengumpulkan nominal uang yang cukup besar. Pemuda itu hanya perlu melayani sang wanita sesuai keinginannya, maka pundi-pundi rupiah pun akan mengalir tanpa bisa dicegah. Entah Alvin harus merasa senang atau sebaliknya, tapi yang jelas, Alvin malah merasa gamang ketika ia tidak mendapatkan setitik rasa puas dalam pencapaiannya. Meskipun kini rekeningnya sudah diisi oleh sejumlah uang yang Tante Laila berikan, tapi Alvin malah belum berniat untuk menggunakannya walau hanya sepeser. Pemuda itu menghela napas. Hidupnya terasa jemu dan tak lagi menggairahkan. Alih-alih merasa semangat karena uang sudah bisa ia dapat

