Setelah memasukkan sejumlah lamaran kerja ala kadarnya ke setiap kafe atau swalayan yang ia masuki, kini Alvin merasa bosan jika harus pulang ke indekos Anton di waktu yang masih siang ini. Lagipula, Alvin hanya akan duduk diam saja di kosan mengingat ia tidak memiliki kegiatan apapun di lingkungan tempat tinggal temannya tersebut. Maka, dibanding ia dilanda kebosanan yang hanya akan menyebabkan otaknya menjadi jenuh, alhasil Alvin pun memilih sebuah tempat di mana ia akan melancarkan aksinya demi memenangkan tantangan yang ia dapat dari Anton. "Universitas Maharaya. Sepertinya, gue harus ke tempat kuliahnya si Dea. Minimal, gue harus cari tau soal kegiatannya juga di kampus selagi gue incer orangnya sesuai tantangan yang dikasih si Anton...." Alvin bergegas mencari kendaraan umum. Ber

