Sebuah Air Mata

1998 Kata

Tak terasa liburan selama 2 minggu orang tua widi berada di Ibukota untuk menemani Putri yang tengah berjuang untuk melanjutkan program pendidik selanjutnya. Ada rasa berat dari hati sang Ibu untuk melepas seorang diri Putrinya karena gimanapun mereka tak pernah berpisah selama dari kandung. Bapak yang melihat itu hanya tersenyum aja, memandang bidadari buminya yang memikirkan Putrinya. “Bu, kenapa sedih? Kalo belum siap meninggalkan anakmu sendiri disini, Ibu boleh masih disini biar Bapak pulang duluan ya,” “Ibu mungkin belum terbiasa aja kali Pak, biasanya ada Widi yang suka membantu pekerjaan Ibu, sekarang jauh dia tinggalnya dan seorang diri lagi,” Naluri wanita sangat berbeda dengan lelaki, wanita lebih mengunakan realita dan perasaan sementara lelaki kebalikannya bersikap cuek tap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN