Chapter 24

1895 Kata

Firasat Yang Semakin Memburuk ''Kenanglah aku sebagai hal terindah dalam langkah hidupmu'' - Dani - Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan untukku. Ku kira hari ini akan menjadi hari yang seperti biasanya dan ternyata tidak. Semua dugaanku salah. Sesampai di pondok pesantren Lela sudah menungguku di depan gerbang. Aku langsung diseret olehnya untuk masuk ke dalam. Aku bahkan belum sempat berpamitan pada Abiku. Abi sudah pasti mengerti dengan keadaanku. Ia hanya mengangguk sambil tersenyum padaku. Setelah itu aku mengikuti langkah Lela yang menyeretku. Lela membawaku ke sebuah ruangan rapat. Di dalam ruangan sudah terdapat banyak ustadz dan ustadzah yang menunggu kehadiranku. Aku hanya mengangguk malu kemudian membantu mempersiapkan rapat. Rapat dimulai dari pukul 9 pagi hingga 12 s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN