BAB 11: KALAH TARUHAN

1049 Kata

SELAMAT MEMBACA *** Sekar tengah duduk melamun di atas ranjangnya sambil terus memikirkan ucapan Mbok Sugeng siang tadi. Awalnya Sekar sama sekali tidak menganggap serius ucapan Mbok Sugeng, namun entah kenapa semakin malam justru kepikiran. Seperti ucapan Mbok Sugeng terus saja terngiang di telinganya. "Berdamai dengan keadaan," gumam Sekar lirih. Namun, Sekar langsung buru-buru menggeleng tanda tidak setuju. Belum, maksudnya dia belum setuju untuk berdamai. Berdamai dalam artian apa, menerima nasib menjadi istri Ndoro Karso. Tidak bisa, enak saja. Enak sekali Ndoro itu jika dia menerima nasib dengan begitu mudahnya. Sekar langsung menggeleng melupakan fikirannya. Ucapan Mbok Sugeng akan dia pertimbangkan tapi untuk beberapa waktu kedepan bukan sekarang. Sekar langsung menata dua g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN