SELAMAT MEMBACA *** Flash Back On "Pak Warto tidak perlu cemas. Saya akan menjaga Lembayung sebagaimana Bapak menjaga dia." Ucap Ndoro Karso dengan lirih di dekat makam yang masih basah itu. Ndoro Karso menatap gundukan tanah dengan papan nisan bertuliskan Warto Hartanto di hadapannya dengan tatapan sedih. Ndoro Karso akui jika dia merasa kehilangan salah seorang pekerja setianya. "Ndoro..." Ndoro Karso langsung menoleh, di sana dia melihat Parmin dan Harti yang juga datang ke makam. "Kalian datang," ucap Ndoro Karso lirih. Entah pertanyaan atau pernyataan. Parmin dan Harti langsung mendekat dan duduk di sebelah makam Pak Warto. Ndoro Karso menatap keduanya dalam diam. Keduanya terlihat khusyuk dalam berdoa. Setelah beberapa saat doa keduanya pun selesai. "Setelah ini kami akan

