SELAMAT MEMBACA *** "Masa sih Jo, Ndoro Karso tidak pernah membawa perempuan kerumah ini?" Tanya Sekar dengan tidak percayanya. Pagi ini, dia mengganggu Tejo yang tengah menyapu halaman belakang dengan pertanyaan-pertanyaan tidak pentingnya. Untung saja, Tejo itu sabar menjawab semua pertanyaan sang Ndoro Putri meski sejak tadi apapun yang di katakan Tejo seolah tidak dipercaya. "Betul, Ndoro Putri. Masa ya saya bohong." Ucap Tejo dengan sabarnya. "Bisa saja kan. Kamu kan orang kepercayaan Ndoro." Ucap Sekar dengan santainya. Tejo hanya tersenyum maklum jika memang Ndoro Putri itu tidak percaya dengan ucapannya dia bisa apa. "Kalau di luar bagaimana Jo?" Tanya Sekar lagi. Kalau Ndoro itu tidak pernah membawa perempuan pulang bisa saja kan mereka bertemu di luar. "Maksude pripun Nd

