SELAMAT MEMBACA *** "Di atasmu itu lo Jo, yang besar. Itu masih kecil Jo,"Sekar terus saja berteriak mengintrupsi Tejo yang ada di atas pohon mangga. Padahal ada galah di tangan Sekar. Tapi Ndoro Putri itu justru meminta Tejo untuk memanjat pohon. Alasannya mangga yang dipetik langsung menggunakan tangan rasanya lebih enak. Entah mendapat wangsit dari mana istri Ndoro Karso itu. "Pundi Ndoro, niki lak pun ageng." (Mana Ndoro, ini kan sudah besar) ucap Tejo sambil meraih buah mangga yang tergantung di depan wajahnya. Dia benar-benar frustasi menuruti keinginan Ndoro Putri itu. "Atas kepalamu itu lo Jo, yang kamu petik itu masih kecil." Ucap Sekar lagi. Sebenarnya kalau Sekar itu tidak sengaja memancing emosi Tejo, bisa saja dia sendiri yang memetiknya dengan galah panjang yang dia

