PACARAN HALAL

1195 Kata

Sepulang menikmati makan malam yang terlambat, kedua insan itu membersihkan tubuh. Bedanya, mereka berdua tak akan berhenti beraktivitas begitu saja. Usai kembali merasa segar, baik Ghibran mau pun Bilqis, keduanya justru ingin meningkatkan kesegaran yang ada. “Sayang,” Ghibran berbisik. Mengisyaratkan untuk meminta jatah malam. Bilqis tak menyahut. Wanita itu segera memenuhi kewajiban. Tak menunggu lama, dua insan itu berpadu tanpa balutan busana. Mereka bak lupa pada kesibukan dan rasa lelah usai belakangan hari sibuk bekerja. Ghibran bahkan tak ingat, jika ia harus bangun pagi untuk mempersiapkan agenda rapat pemegang saham. Baginya, malam-malam menggairahkan bersama sang istri adalah hal yang tak boleh ia lewatkan. Kedua insan itu terus menderu dalam satu ikatan nadi yang menggebu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN