Bilqis berusaha untuk menampik pikiran yang berkelut di dalam kepala. Membatin. Tak mungkin! Mas Ghibran berkata, jika dia menikahiku karena ingin menjadikan aku seorang istri dan madrasah terbaik bagi anak-anak kami nanti. Jadi, ucapan Mama Karina pasti sekedar omong kosong belaka. Beliau hanya ingin memprovokasiku saja, bukan? Meski begitu, Bilqis tak dapat memungkiri perasaan cemas di dalam hati. Mengingat, pertemuan mereka yang hanya berlangsung selama satu minggu, termasuk dalam perjalanan yang amat cepat. Bahkan, setelah satu hari menjadi sepasang suami istri, baik Bilqis mau pun Ghibran belum benar-benar saling mengenal sampai ke akar. Lantas, bagaimana bisa Bilqis melihat kesungguhan dari niat Ghibran? Dan, benar saja! Hari ini. Bertepatan dengan hari kedua pernikahan. Ghibran

