SINDIRAN

1277 Kata

Bilqis merapikan diri. Usai menyiapkan pakaian kerja Ghibran, ia beralih keluar kamar. Menuju dapur seperti biasa. Pagi itu, Bilqis berniat memasak nasi kuning dengan lauk lengkap di dalamnya. Satu jam berkutat di dapur, aroma harum kembali tercium. Rasa gurih tersuguh dari pulenan nasi yang sudah Bilqis racik dengan seksama. Suara langkah kaki terdengar, sesaat setelah Bilqis menuntaskan menggoreng ayam untuk disajikan bersama serundeng. “Mas?” Bilqis berucap. Menoleh ke arah belakang. Menggerakkan tangan yang sedang memegang sendok berisi potongan balado udang. Langkah Bilqis terhenti. Netranya tersentak. Bukan sosok Ghibran yang datang menghampiri. Melainkan, sang adik ipar laki-laki. Wanita itu mengurungkan niat yang semula hendak mencicipkan balado udang pada sang suami. “Mengap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN