Drrt drrt! Ponsel Ghibran berdering. Sesaat usai pria itu melunasi tagihan kemoterapi untuk Satria. “Ada apa kau meneleponku lagi?” Ghibran menyahut ketus. “Aku membutuhkan uang, Ghibran,” Gendis menyahut dari seberang. “Uang? Uang untuk apa lagi? Kau benar-benar keterlaluan Gendis. Aku takkan mengirim uang lagi ke nomor rekeningmu. Setelah fitnah yang kau beri pada Bilqis, aku takkan membantumu melalui nomor rekening. Lagi pula, aku sudah berkata padamu, jika semua biaya Satria mulai detik ini akan aku tanggung langsung. Jadi, kau tak perlu khawatir. Aku akan membayar tagihan itu langsung ke kasir rumah sakit. Apa kau mengerti?" Ghibran menjeda ucapan. "Dan, satu lagi. Aku tekankan kepadamu, jika aku meminjamimu uang. Aku bukan memberimu uang. Setelah kau memiliki uang pengganti, kau

