Semalam, dokter keluarga datang ke kediaman Ahmad, untuk mengecek kondisi Bilqis. Ghibran dengan setia menunggui sang istri. Wanita itu terus tertidur pulas. Beruntung, saat mentari tiba, demam Bilqis telah mereda. “Sayang, makanlah dulu. Kata dokter, kau terlambat makan. Hingga masuk angin dan jatuh sakit seperti ini. Dokter juga bilang kau sedang stress. Memang apa yang sedang kau pikirkan?” Ghibran bertanya. Mencercai Bilqis dengan beragam pertanyaan. Memainkan nada dengan tidak sabar. Bilqis tersenyum. “Kau ini, mengapa malah tersenyum?” “Mas Ghibran itu ketika mengomel terlihat lucu,” Bilqis menyahut. Terkikik singkat. Menggoda sang suami yang sedang menatap dengan lekat. “Astagfirullah, sayang. Kau ini!” Ghibran mengusap puncak kepala Bilqis. Melampiaskan gemas pada sang istri y

