Nesya mengerutkan kening bingung membaca pesan dari mama tiri Glen yang meminta bertemu, membuat Nesya cepat-cepat meminta Glen pulang dengan alasan sudah mengantuk. Padahal dia belum mau tidur sekalipun badannya lelah, tetapi meyakini ada hal penting yang akan dibicarakan mamanya Glen. Tak berselang lama Nesya sudah duduk di salah satu bangku kafe memesan secangkir cokelat hangat, dia memainkan jari ke mulut cangkir selagi menunggu mamanya Glen tiba. Jujur dia penasaran apa yang akan dibicarakan Mama Vita sampai meminta bertemu diam-diam di belakang Glen. "Sudah lama? Maaf saya telat." Nesya mendongak, lalu tersenyum canggung melihat perempuan setengah baya dibalut baju modis dan meletakkan tas jinjing hitam ke meja. "Belum, Ma." Nesya memanggil Mama karena permintaan perempuan i

