Benar kata Glen, mungkin Nesya terlalu overthinking. Papanya tidak memasang wajah garang dan Fernita justru menyambut Glen dengan senyuman lebar seolah-olah tidak pernah ada ketegangan. "Nek Glen, kenapa enggak pernah main? Makasih udah jaga anak Tante lho, Nesya ini nggak pernah cerita-cerita punya tetangga ganteng begini." Glen tersenyum seakan-akan tidak terganggu ucapan mama-mama yang pernah memasang ekspresi galak ke arahnya. Sementara Nesya melongo, merasa mamanya tidak memiliki kemampuan meramal. Kemudian Fernita menatap anaknya. "Bantu Mama bawa makanan ke sini, biar Glen ngobrol sama Papa dulu." Aman enggak ya? Perempuan itu melirik ke arah sang papa yang sudah membahas pekerjaan dan Nesya tidak paham urusan kantor. Dia hanya jago merancang konsep pernikahan bukan urusan

