"Kamu masih belum yakin sama saya? Jangan jadi beban, saya akan memberi waktu selama yang kamu mau." Glen tersenyum. "Maaf, ya." "Enggak masalah, tadi pagi ngapain Elvan datang ke sini?" tanya Glen dengan nada santai usai meneguk minuman di gelas. Nesya langsung melebarkan mata, tersedak makanan yang masih dikunyah, lalu terbatuk-batuk, membuat Glen sigap mengulurkan minum. "Kamu hati-hati, saya hanya bertanya kenapa kaget begitu?" Perempuan itu hanya memberi ringisan, saat tatapannya bertemu, tiba-tiba Nesya ingin mengubur diri hidup-hidup. Apa Glen melihat semuanya? Apa dia juga tahu kalau Elvan masih berani memeluknya, dan bodoh sekali dia tidak menolak. Sekarang Nesya tidak berani menatap Glen lama-lama, dia menebak apa yang sedang di pikiran Glen tentangnya, perempuan gampangan

