Andromeda dibuat terkejut dengan kedatangan Edward Jubun siang itu. Ini bahkan belum satu bulan sejak kedatangan pertamanya, tapi lelaki itu sudah muncul kembali di ruangan Andromeda. “Tidak ada informasi signifikan dari wanita bernama Emily itu. Perempuan biasa, bekerja sambil kuliah. Jurusan Teknik Industri. IPK-nya berturut-turut 4.0, 3.5, 3.75.” Edward Jubun meletakkan berkas-berkas berisi salinan transkrip nilai Emily di atas meja. Andromeda takjub dengan hasil kerja Edward Jubun. Bahkan IPK Emily pun bisa dilacaknya. Pemuda itu mengambil salah satu dokumen yang diletakkan Detektif Jubun. “Emily cerdas juga rupanya.” “Ya. Untuk ukuran seseorang yang kuliah sambil bekerja, IPK-nya di atas rata-rata.” Andromeda tersenyu

