Kayana menatap gedung pencakar langit di hadapannya sesaat, sebelum ia menarik napas panjang kemudian menoleh ke kanan, ke arah Jaden yang duduk di sampingnya. Iris matanya bergerak, menatap tangan mereka yang bertaut kemudian saling bertatapan kembali. “Sudah siap?” tanya Kayana. Jaden tersenyum. “Bukankah seharusnya aku yang bertanya begitu?” Kayana membalas senyuman itu. Hari ini memang akan menjadi hari yang sangat besar baginya. Setelah hari-hari yang ia lewati dan menganggap hidupnya sebatang kara, hari ini selain acara ulang tahun Nenek Kamila, ia akan diumumkan sebagai anggota keluarga Nenek Kamila sekaligus ahli waris resmi. Hari ini akan benar-benar menjadi hari yang sangat penting dan begitu bersejarah untuknya. “Aku sedikit gugup. Tapi aku tidak apa-apa. Ada

