Kayana menatap Jaden dengan tatapan sendu, setelah itu ia tersenyum tipis sebelum kemudian bergabung dengan Jaden di atas sofa, duduk di samping lelaki itu. Helaan napas keluar dari hidung Kayana, setelah itu tangannya terulur memeluk kepala Jaden, menyandarkan kepala lelaki itu di dadanya. Sungguh, ia tidak menduga ternyata Jaden pun terlibat perjanjian dengan Tyas. Ia pikir selama ini Jaden tidak menemuinya karena sudah terlanjur benci dan tidak ingin melanjutkan kisah cinta mereka. Tapi ternyata, itu karena Tyas. Lagi-lagi Tyas yang membuat mereka tidak bisa saling bertemu dan melebur rindu. “Perjanjian macam apa? Lalu bagaimana sekarang dengan perjanjiannya Jay?” Jaden tersenyum tipis. “Aku akan menceritakan semuanya sekarang sayang. Dengar.” “Setelah Almira memb

