Pagi menyingsing, Kayana yang pertama terjaga. Ia mengerjapkan matanya beberapa saat sebelum kemudian benar-benar membuka kelopak matanya. Sesaat Kayana terdiam, masih mengumpulkan kesadaran. Kembali melamun memikirkan berulang kali kejadian yang baru saja ia lewati. Jika boleh jujur, ia masih bertanya-tanya. Ia masih bingung, benaknya masih dipenuhi oleh rasa penasaran akan tingkah Jaden yang tiba-tiba berubah itu. Ia menyadari satu hal, Jaden begini pasti karena cemburu. Sebab ia tahu emosi Jaden hanya akan meletup ketika sudah merasa cemburu, dan merasa terancam akan sesuatu yang berkaitan tentangnya. Bukan, bukannya ia terlalu percaya diri. Tapi ia sudah bisa membacanya dari berbagai kejadian yang telah menimpa mereka selama ini. Akan tetapi apa yang sebenarnya terjadi? Apa yan

