tamu dari Jakarta

463 Kata
hari ini hari Minggu pagi2 mamaku sibuk di dapur dan banyak tetangga juga datang untuk membantu masak dirumah semua saudara datang mngkin untuk melihat acara pertunangan Ku hari ini semua orang berbahagia kecuali aku yang murung merenung sendiri masih bimbang apakah ini adalah jalan hidupku ?? menikah tanpa cinta dan sama orang yang belum kenal ""dasar wanita bodoh ,sok cantik ya padahal ga sebanding bang Ramon itu ganteng putih dari Jakarta lagi beruntung si Nika eh dia malahan ga mau " aku dengar tetangga ku menggibah "iya kalo mau sama saya mah biarin sama saya aja ,timpal yang lainyaa ,,sedangkan aku hanya berlalu tanpa melihat ke arah mereka yang sedang mencibir *ya Tuhan knp hatiku tidak sedikit pun ada rasa buat dia orang2 bilang ganteng ,baik mapan tapi kenapa aku begtu bodoh !! mataku bathin ku sungguh buta tidak bisa melihat yang sperti mereka katakan bathinku !! tepat pukul 10 pagi tiba2 rombongan bang Ramon dari Jakarta sudah tiba ada 5 mobil yang datang mngkin keluarga besar smuanya datang ga tau aku tidak begitu antusias memperhatikan mereka karna memang hatiku tidak tertarik dengan smua itu ,dengan setelan Jaz hitam bang Ramon hadir bersama keluarganya terlihat begtu gagah kulit bersih putih hidung bangir rambut ikal pas dengan setelan Jaz hitam serta celana senada ,,tapi mengapa ??lagi2 aku sama sekali tidak tertarik atau jatuh cinta setidak nya suka sedikiiiit aja ,perasaan itu tidak ada secuil pun dalam benakku Nika keluar yuk nak !! bang Ramon dan keluarga sudah ada ruang tamu seru mamah ku " dngan perasaan berat dan malas sekali aku jawab "iya mah " sementara d depan rumah di belakang begtu rame banyak orng mungkin tetanggaku smuanya ingin menyaksikan atau hanya sekedar melihat bang Ramon yang ganteng ?? ah ganteng kata mereka tapi. hati ku tak suka aku keluar dengan memakai pakaian biasa tapi sopan karna tau ini acara sakral aku keluar dengan wajah menunduk dan kilatan mata aku melihat sekeliling memang begtu rame sehingga dilaur kaca pun tetangga ku pada ngintip ,aku duduk d depan tamu2 yang paling depan bang Ramon yang tersenyum yang ada arti padaku yang sama sekali aku ga balas senyumannya kemudian aku hanya menunduk dan diam tanpa sepatah kata pun ,, yang berbicara hanya dari pihak keluarga ku bergantian dengan keluarga bang Ramon sampe pada akhirnya dengan di tentukan tanggal pernikahan hingga sebuah cincin melingkar di tanganku yang seolah2 aku ga sadar kapan cincin itu di sematkan mungkin aku pingsan ?atau jiwa Sukma ku hilang dari raga ku waktu itu ?? seharunya ini hari bahagia dari setiap pasangan yang bertunangan tali tidak denganku ! entah mengapa hati ini begtu beku ,sedikit pun tidak ada kebahagiaan dalam hatiku wlpun orng2 dluar sana bilang aku sangat beruntung tapi bagiku ini adalah awal kehancuran hidup ku dan masa depan ku !!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN