* * * Kali ini Yura sepertinya mulai bosan. Pembahasan mengenai kerjasama yang akan dijalani perusahaannya kali ini berjalan sedikit alot dari yang dia bayangkan. Pembangunan sebuah mall yang rencananya akan dibangun di pinggiran kota, sebagai upaya perluasan wilayah kota mengalami beberapa kendala. Pembebasan lahan dari warga sedikit menyulitkan jalannya rapat. Apalagi setiap kali dia ingat bahwa Mayla mulai bandel dengan bepergian keluar rumah, tidak patuh sesuai dengan apa yang dia harapkan. Dan Bik Siti? Ah, sepertinya Yura akan memberi peringatan pada pembantu itu agar lain kali lebih memperhatikan perintah yang dia tinggalkan, apalagi jika itu menyangkut Mayla. Karena jelas bahwa perempuan yang satu itu menjadi kunci kesuksesannya dalam membalas sakit hatinya pada Puri. Mendadak Y

