Jonathan mengendarai mobil dnegan secepat kilat menuju ke restoran tempat Varizen berkerja. Dia tak menyangka kalau Felisia membuat keputusan tanpa ragu. Masih ingat betul dibenaknya nada kemantapan bicara wanita itu. Flashback on “Hanya aku yang bisa membawanya pergi dari sini.” Mendengar perkataan Jonathan, Felisia diam seribu bahasa masih terlihat mempertimbangkan segala kemungkinan. “Kemana kau akan membawa pergi Varizen?” tanya Raykan sedikit dengan nada tinggi. ‘Aku akan mengajaknya ke desa tersembunyi untuk menghindar dari Berto,” jawab Jonathan mantap. “Tidak,” tolak Felisia. “Kita lakukan yang disarankan Raykan.” Jonathan meraih tangan Felisia. “Apakah ibu yakin?” Felisia tersenyum. “Aku tak ingin lari dari masalah, Jo. Setidaknya ini semua untuk Varizen. Dia butuh

