Bab 79

1229 Kata

Berto yang duduk di tengah kegelapan menyeringai ketika mendapatkan pesan dari seseorang. Dia tersenyum penuh memuja-mengelus foto yang ada di ponselnya penuh kerinduan. Jangan kira Berto bodoh, hanya berdiam diri dikendalikan oleh Jonny. Nyatanya dia mengambil langkah tanpa sepengetahuan pria yang berstatus bawahannya setia. Setia apanya karena berkianat. Dan Berto tak suka penghianat. “Varizen... aku sangat merindukanmu.” Berto gila, mengecup benda mati itu dengan penuh cinta. Ironis sekali, seperti drama bucin pada umumnya. Namanya juga cinta, dimabuk kepayang merasa di atas awan. Ralat, bukan cinta melainkan obsesi. Berto bangkit dari kursi kebesarannya-berjalan menuju ke lukisan besar. Pria itu mengambil lukisan itu, terlihat pintu berwarna merah tua. Langsung saja dia membuka h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN