Chen Li tak bisa menunggu waktu lama lagi untuk melepas kerinduan yang tengah di deritanya. Ingin dia memeluk, mencium, memberikan rasa kasih dan cinta untuk Felisia detik itu juga. Rasa rindu yang begitu menyakitkan telah menggerogoti seluruh tubuhnya. Untuk itu, Chen Li memutuskan pergi menemui Felisia. Dan sekarang dia berjalan keluar ruangan. Ketika pintu ruangan Chen Li terbuka, dua orang pria yang sedang berbicara satu sama lain pun mendongak ke atas. Mata Raykan dan tuannya saling bertemu satu sama lain. Raykan mendesah ringan ketika Chen Li acuh padanya. Dia tahu betul kalau semua yang dilakukan adalah salah. Jordan yang melihat itu merasa kasihan, tapi tak bisa berbuat apa-apa. Langkah kaki Chen Li berhenti di depan ruangan Felisia. Pria itu mengetuk pintu perlahan, tapi s

