Suara debur ombak di pantai tak jauh dari penginapan, terdengar sayup-sayup. Cahaya mentari pagi menerobos menembus dinding kaca di kamar yang ditempati oleh pasangan pengantin baru, Nosa dan Kaylila. Udara dingin sudah mulai berangsur beralih menjadi hangat. Di ranjang yang mereka tempati, dengan alas berwarna putih terlihat berantakan. Nosa yang terbangun lebih dahulu urung untuk bangkit dari pembaringan. Diliriknya jam dinding diatas pintu masuk, menunjukkan pukul 08.00. Tubuh Kaylila yang meringkuk disampingnya berbantalkan lengannya tampak tertidur pulas. Dikecupnya kening Kaylila, senyum mengukir di bibir Nosa. Kebahagiaan itu telah diraihnya saat ini. Dia dapat memiliki Kaylila secara utuh. Dia telah menjadi miliknya. Dipandanginya Kaylila yang berada di pelukannya, seolah tak ma

