Cahaya mentari senja kemerahan menutupi sebagian bibir pantai. Suasana berubah menjadi hangat. Pasir putih di sepanjang pantai membentang menciptakan warna terang namun meninggalkan kesan redup dibawah cahaya merah mentari senja. Kaylila melangkahkan kakinya di sepanjang bibir pantai tanpa menggunakan sandal. Nosa mengekorinya dibelakang. Awalnya Kaylila hanya ingin berdiam diri saja di dalam kamar. Moodnya masih belum begitu stabil. Pertemuannya dengan Genta menyisakan sesak di dalam dadanya. Ada rasa sedih melihat perubahan fisik yang dialami oleh Genta. Belum lagi fakta bahwa ternyata Genta telah salah menilainya membuat semakin terasa perih di hati. Mungkinkah itu hanya pemikiran sepihak oleh Genta. Namun pada dasarnya, hati Kaylila terkurung dalam kehangatan kasih sayang seorang Gent

